Perbedaan Rumah Gaya Minimalis dan Gaya Scandinavian

Inilah 5 Perbedaan Rumah Gaya Minimalis dan Gaya Scandinavian

Bagi Anda yang ingin membuat rumah, pasti akan menjadi sangat bingung dalam memilih gaya dan model yang cocok dengan selera Anda. Sebelum membuat desain rumah dan mengkonsultasikannya pada kontraktor bangunan rumah baru Anda, tentunya Anda harus memilih salah satu gaya rumah yang sesuai dengan kepribadian Anda dan seluruh anggota keluarga. Pada zaman sekarang, sudah banyak sekali pilihan desain rumah yang bisa jadi inspirasi Anda dan bisa Anda contoh. Rumah bergaya tropis, minimalis, tradisional, industrialis, dan scandinavian merupakan berbagai gaya rumah yang tersedia dan dijadikan sebagai model rumah berbagai banyak orang. Hal ini disebabkan karena desain yang menonjol akan meningkatkan kualitas gaya hidup sebuah keluarga.

Jika Anda pernah mendengar gaya scandinavian, Anda pasti seperti sudah akrab dengan penampilan interior dan eksterior rumah dengan gaya tersebut. Anda pasti akan berpikir bahwa rumah tersebut adalah rumah bergaya minimalis. Namun, ternyata rumah yang berpenampilan minimalis belum tentu bisa disebut dengan rumah bergaya scandinavian. Kedua model rumah ini memang agak mirip karena pada dasarnya kedua model rumah ini sama-sama menerapkan minimalisme. Tapi terdapat beberapa perbedaan diantara kedua model rumah tersebut. Terlebih lagi, rumah model skandinavian cenderung lebih kompleks namun tetap sederhana. Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang dapat dilihat dari elemen-elemen di setiap ruangan.

  1. Keseluruhan desain

Persamaan yang paling mencolok dari gaya rumah scandinavian dan minimalis adalah kesederhanaan di tiap ruangannya. Namun, yang perlu Anda ketahui adalah bahwa gaya rumah scandinavian mengutamakan tampilan yang lebih fungsional dibandingkan dengan tampilan rumah mimalis. Oleh karena itu, gaya rumah ini sarat akan nilai estetika nya walaupun tetap minim dekorasi.

  1. Material yang dipakai

Desain rumah scandinavian cenderung menggunakan material berbahan dasar kaca, kayu, atau kulit yang membedakannya dengan rumah gaya minimalis. Pilihan material yang dipakai pada desain rumah minimalis lebih beragam dan bebas.

  1. Pilihan warna cat

Jika Anda memiliki pengetahuan bahwa rumah minimalis hanya bisa menggunakan warna netral sebagai warna dinding, berarti Anda kurang memahami gaya tersebut. Rumah bergaya minimalis masih sangat bebas dalam pemilihan warna dinding. Berbeda dengan gaya scandinavian, yang harus menggunakan warna netral, putih atau hitam, hingga memiliki kesan yang kalem.

  1. Inspirasi desain

Dekorasi dan desain yang diterapkan untuk rumah dengan gaya scandinavian sangat berkaitan dan terinspirasi dari alam. Desainnya sendiri yang dicocokkan oleh furnitur harus berkesinambungan dengan alam. Terlebih lagi, material-material atau furnitur yang digunakan sebisa mungkin mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Anda bisa menggunakan barang-barang bekas yang dimanfaatkan kembali menjadi barang yang tepat guna. Sedangkan untuk desain minimalis, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bisa terinspirasi dari sebuah era atau suatu negara. Selain itu, rumah minimalis juga bersifat lebih futuristik dan kontemporer.

  1. Level kesederhanaan

Ternyata, rumah bergaya minimalis level kesederhanaanya masih rendah dibandingkan dengan rumah bergaya scandinavian. Walaupun rumah minimalis mengedepankan konsep dan dekorasi yang minim, rumah dengan model scandinavian lebih memiliki garis yang rapi serta bersih, dan sangat diperlukan untuk tidak berlebihan dengan cara menyingkirkan elemen-elemen dekoratif jika dirasa tidak terlalu diperlukan dalam sebuah ruangan.

Tidak sulit membedakan rumah gaya scandinavian dengan gaya minimalis, karena inti dari perbedaan keduanya terletak pada material yang digunakan. Walaupun konsepnya sama-sama tentang kesederhanaan, scandinavian lebih mengunggulkan konsep yang dekat dengan alam.