Jasa Marga Lakukan Pelatihan Alih Profesi

Jasa Marga Lakukan Pelatihan Alih Profesi

100 persen penggunaan e-tol di mulai dari tanggal 31 oktober 2017. Hal ini begitu berpengaruh dengan jumlah karyawan yang bertugas di gerbang tol. Mungkinkah jasa marga, akan melakukan pemecatan bagi karyawan tersebut? jawabannya tidak. Karena jasa marga sudah mempersiapkan pelatihan alih profesi untuk para karyawannya. Sebagai perusahaan yang menyelenggarakan jasa jalan tol, jasa marga akan mengadakan program A-life atau program alih profesi untuk petugas jalan tol yang memiliki minat dan kemampuan sesuai dengan bidangnya.

Penerapan sistem pembayaran non tunai ini, tentunya membuat banyak petugas gardu tol semakin berkurang. Karena semuanya dilakukan dengan mesin otomatis. Tapi semua karyawan yang bertugas tidak akan di PHK begitu saja. karena pihak jasa marga masih memiliki anak perusahaan yang membutuhkan karyawan cukup banyak. masih banyak karyawan yang belum memenuhi kompetensi barunya, sehingga pelatihan dibutuhkan, sehingga semua karyawan akan bekerja dengan baik di bidangnya yang baru,

Melalui jasa marga learning institute, semua pelatihan terhadap karyawan jasa marga akan diselenggarakan. Dari dulu JMLI memang sudah dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bagi karyawan jasa marga. Dengan adanya pelatihan alih profesi ini, akan membuat karyawan siap menghadapi tugasnya yang baru. Program ini sudah berjalan dari beberapa waktu yang lalu. Jadi sudah ada persiapan yang matang. Walaupun penggunaan pembayaran non tunai baru di mulai bulan oktober ini.

Karyawan akan disuruh memilih untuk bekerja di anak perusahaan jasa marga atau berwirausaha dibawa jasa marga. Untuk yang bekerja di anak perusahaan, akan diberikan pelatihan yang sesuai dengan bidang yang dia pilih, kurang lebih ada 900 lowongan yang dibuka. Sedangkan yang memilih untuk wirausaha, akan diberi pelatihan tentang wirausaha dan membuka gerai di rest area milik jasa marga. Jadi semuanya masih berada di pantauan jasa marga sendiri. pihaknya memang sudah berkomitmen untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja karyawan karena dampak penggunaan elektronifikasi pembayaran jalan tol.

Hal ini juga dikarenakan perintah dari presiden joko widodo. Bahwa ke depannya, akan semakin banyak jalan tol yang dibuka dan pengembang bisnis yang mulai membuka usahanya di indonesia. Tentunya hal ini akan menyerap karyawan lebih banyak lagi. apalagi jasa marga memiliki target 600 kilometer jalan tol baru, yang akan beroperasi. Di setiap titik jalan tol baru, tentunya butuh karyawan untuk bidang maintance, layanan gangguan dan lainnya. walaupun sudah tidak ada lagi penjaga gardu tol.

Kurang lebih nantinya ada 1000 karyawan jasa marga yang akan beralih profesi, ke bidang yang lebih aman dan bagus untuk masa depannya. Sehingga pelayanan yang diberikan oleh jasa marga juga semakin bagus. pelatihan alih profesi akan dilakukan secara bertahap terus menerus.