Perempuan Disabilitas Berkreasi dan Masuk Berita Nasional

Perempuan Disabilitas Berkreasi dan Masuk Berita Nasional, Keren!

Kaum disabilitas hampir selalu terpinggirkan. Alasannya karena berbeda dengan manusia kebanyakan. Padahal penyandang disabilitas kebanyakan kreatif-kreatif dan berbakat. Sebagaimana yang dilansir dalam berita nasional yang membahas daya ledak kreatif perempuan disabilitas saat berada di Taman Ismail Marzuki.

Apa yang Membuat Mereka Mau Mengasah Bakat?

Percaya atau tidak percaya, setiap manusia memiliki bakatnya masing-masing. Hanya saja, belum banyak yang mengenalinya secara langsung. Kamu disabilitas memiliki keunikan tersendiri dalam mengembangkan kepribadiannya. Biasanya mereka banyak digempur oleh berbagai cercaan dan pandangan miring dari masyarakat sekitar.

Beberapa ada yang tumbang. Sebagian lagi ada yang bangkit dan berusaha menyejajarkan diri dengan manusia pada umumnya. Oleh karena itu, HDWI atau Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia menggelar festival yang bertajuk “Perempuan Disabilitas Mengubah Dunia”. Tempatnya ada di Taman Ismail Marzuki.

Dari judulnya saja sudah sangat revolusioner, apalagi isinya? Tentu lebih revolusioner. Dalam festival tersebut, banyak perempuan disabilitas yang datang mengikuti acara. Masing-masing datang dengan senyum semringah dan mengembang. Mereka yakin bisa mengubah dunia dengan bagian tubuh yang tersisa dari mereka.

Mengapa Persoalan Perempuan Disabilitas Dinomor-sekiankan?

Setiap warga negara, tidak peduli ras, suku bangsa, dan domisili mana, seyogyanya memiliki hak yang sama. Termasuk juga para perempuan penyandang disabilitas. Padahal non-disabilitas sekarang ini juga bisa menjadi disabilitas. Misalnya timbul akibat kecelakaan dan sebagainya. Alangkah baiknya persoalan ini dirembug bersama untuk disimpulkan.

Para penyandang disabilitas wajib menjadi objek yang perlu disorot di garda depan. Tidak berbeda dengan soal kemiskinan dan lainnya yang kerap diliput dalam berita nasional. Kaum disabilitas bukan manusia yang terbuang. Mereka juga punya andil besar dalam memakmurkan Indonesia di masa depan.

Bagaimana Cara Perempuan Disabilitas Mengasah Bakatnya?

Para perempuan disabilitas, baik itu yang tidak bisa melihat, mendengar, berucap, dan lainnya tetap berkesempatan menunjukkan bakatnya pada dunia. Dalam festival di TIM itu terlihat salah seorang penyandang disabilitas yang melukis dengan sangat indah. Padahal tangan-tangan untuk melukis tidak bisa bergerak dengan normal.

Hal itu menjadi bukti kalau perempuan disabilitas masih memiliki ledakan kreatif yang tinggi. Dalam festival tersebut, mereka berlomba-lomba menunjukkan kreativitasnya lewat tata rias, seni lukis, menyanyi, bikin karya yang unik, hingga belajar bahasa isyarat. Semangat mereka yang membuat acara tersebut bernilai tinggi.

Kata seorang penyandang disabilitas bernama Ira mengatakan, “Hanya dengan lewat dunia seni, orang-orang bisa bebas menggambarkan perasaannya dan mengeluarkan apa pun yang terpendam dalam hati.” Tidak heran kalau dalam tersebut diwarnai oleh seni dan kreativitas. Bahkan dalam kumpulan berita nasional juga memuat hal yang sama.

Apakah Respons Anda pada Perempuan Disabilitas ke Depannya?

Kreativitas perempuan disabilitas juga tidak terlepas dari peran masyarakat sekitar. Tidak semua penyandang disabilitas punya perasaan kuat akan berubah. Ada pula yang terlalu sensitif dan merasa kurang pada dirinya sendiri. Akibatnya, ketika ada yang mengingatkan kekurangannya, ia akan tertutup kembali dan tidak bergairah melanjutkan kehidupan.

Para perempuan disabilitas juga manusia biasa. Mereka sangat beruntung karena terlahir ke dunia. Begitu juga dengan Anda yang saat ini memiliki bagian tubuh yang utuh. Ketika mereka tengah membutuhkan, sudah sepatutnya kita saling membantu. Minimal membantu dalam dorongan untuk keluar dari belenggu kreativitas.

Berkat adanya fastival khusus perempuan disabilitas, banyak perempuan bernasib sama yang terpompa semangatnya. Ini menjadi kredit tersendiri untuk ke depannya. Siapa tahu kalau semakin banyak acara digelar, semakin banyak pula dimuat di berita nasional. Kemudian semakin banyak lagi para perempuan disabilitas yang keluar dan berkreasi.